Minggu, 19 Februari 2012

GA MUDAH GANTI TOPENG PEGAWAI BERUBAH JADI WIRASWASTAWAN

(inilah salah satu contoh desain toko gue nanti )
(inilah lokasi usahaku nanti, berada di sebuah pertelon, depan masjid jami, Desa Gandapa, Kec.Sumbang, Jl Raya Baturaden timur, berada diantara wisata baturaden-telaga sunyi-curug ceheng, recananya nanti akan di renovasi sederhana dulu biar kelihatan cantik ) Wadow dah lama banget gue kagak posting dimari, maklum broe gue lagi fokus bersemedi sejenak jadi kepompong dan berharap bulan depan sudah berubah jadi kupu-kupu jantan yang gagah, siap lepas landas menuju rimba raya dunia bisnis, bisnis gue nggak muluk-muluk koq, masih berbau dagang, dagang apa saja yang jelas bukan dagang perempuan ataupun barang haram tapi dagang aneka sembako atau familiar disebut toko kelontong, toko gue ntar disebut toko gado-gado soalnya impiannya selain kelontong juga diselipin sedia alat-alat tulis, alat listrik juga bahan material yang sekiranya sesuai dengan kekuatan modal yang ada, sambil jalan rencananya nanti juga ada usaha pembuatan batako, bertahap aja barangkali makin lama makin komplit dan maju ....aminin dong pembaca. Pernah lihat film jaka sembung tempo doeloe nggak, dalam salah satu adegannya ada khan saat-saat sang pendekar bersemedi, nach saat bersemedi itulah pasti dia banyak diserang godaan, saat yang sama terjadi pada gue ketika gue bersemedi tuk berubah jadi wirausahawan alias berwiraswasta sendiri, godaannya kagak sedikit contoh ada aja bisikan yang ga ketahuan sumbernya darimana, dia berbisik " sudahlah loe tetep jadi karyawan, ngapain repot-repot berpikir usaha sendiri, enakan jadi karyawan mau berprestasi ataupun males-malesan, tetap aja akhir bulan pasti dapat transferan(gaji)", adapula omongan tetangga yang juga seorang karyawan " ngapain pulang kampung orang bilang kalau perantauan sampai pulkam itu sama saja kalah perang" banyak nada-nada pesimis yang diutarakan ke gue yang intinya pengin mengajak sudahlah jaga kesetiaan loe jadi pegawai betah-ga betah jalanin saja yang penting masih dapat upah, gue kagak menyalahkan seabreg pernyataan tadi, yang lebih membuat gue trenyuh adapula kawan gue yang juga masih satu RT, yang sama sekali tak merespon apapun yang terjadi pada diri gue, walaupun ternyata masih jauh lebih banyak kawan atau tetangga gue yang peduli dan bersedia jadi teman sharing dan tulus memberikan support dan menanyakan kabar terkini soal gue, please dech di masa transisi ini, sapaan dan support Anda sebagai tetangga atau kawan sangatlah memberikan kesegaran buat gue, maklum untuk meninggalkan zona yang dianggap nyaman berstatus pegawai itu memang tidak mudah, itulah makanya tingkat pengusaha/wiraswasta di Indonesia masih sedemikian rendah tak lebih dari 3% dari total penduduk, ini juga sedikit dampak dari sekian lamanya negeri kita dijajah, jadi sudah terbiasa jadi bawahan, bangga menjadi obyek bukan sebagai subyek atau pemain, tak semua teman bersikap pesimis atas rencana gue, ada pula teman yang dengan tulus kasih masukan dan apresiasi atas keberanian dan rencana gue " ini mungkin dah jalan loe tri loe jabanin aja jangan lupa diiringi doa mumpung ada kesempatan, bungkus sajalah, TAK MUDAH MEMANG MELEPAS SESUATU YANG SUDAH PASTI (DAPAT KUCURAN GAJI), MENUJU FASE KEDEPAN YANG MASIH BERSELIMUT MISTERI, TUGAS GUE BERIKUTNYA ADALAH MENGUAK KABUT ITU DENGAN SIKAP OPTIMIS, GUE MESTI SADAR MUSUH TERBESAR GUE JUSTRU RACUN-RACUN NEGATIF YANG ADA DALAM DIRI GUE, GUE GA MAU RACUN-RACUN ITU MELUMPUHKAN SYARAF NADI PERJUANGAN INI, KATAKAN TIDAK!!! UNTUK MENYERAH, TERIAKAN PASTI UNTUK SEBUAH KESUKSESAN ......SEMOGA. November 2011, fase semedi gue mulai dihinggapi wangsit, dimana wangsit itu dengan jelas menuntun gue tuk membulatkan tekad,supaya keluar dan melepaskan baju karyawan dan enggan dihinggapi lagi keraguan, 10 November 2011 diatas secarik kertas tanpa ragu kutuliskan surat pengunduran diri, gue tahu konsekuensi pengunduran diri atas kemauan sendiri sudah dipastikan nantinya kagak bakalan dapat pesangon, ach..h soal uang ga usah dibikin runyam, uang bisa dicari, tapi kesempatan kadang enggan tuk datang dua kali, yach memang sebelum kuputuskan untuk mengundurkan diri gue sering curhat sama kakak yang kebetulan sudah berwiraswasta di purwokerto sana ini salah satu curhatan gue waktu itu, " Mba yudi dah bosen banget kerja dipabrik, dah hampir 17 tahun jadi pegawai rasa bosan sudah sampai ubun-ubun, seenak-enaknya jadi pegawai tetap aja kemerdekaan kita untuk berbuat terkekang oleh aturan dan kehendak atasan" Mba dan masku diujung telpon menimpali, " makanya mulailah berpikir berwiraswasta, Insya Alloh mba dan masmu disini ada dibelakang dan siap membantu, kalau sudah pulang dan asal ada niat dan tindakan untuk berusaha pasti nanti ada jalan, yach barangkali bisa semacam cabang usaha bisnis Mba dan mas disini, sudah ga usah berkecil hati untuk berhenti bekerja, keluarlah dengan kepala tegak dan sikap ksatria, nggak perlu takut nanti dikampung ngapain setidaknya buat sekedar makanmah pasti bisa" Tanggal 1 November dengan langkah tegap gue masuki ruang Kepala Departemen, permisi pak (dengan sikap santun sebagai bawahan terhadap atasannya)" anu pak saya minta waktu untuk ngomong sesuatu " oh ya tri ada apa yach" satu kalimat dengan lancar meluncur dari mulut gue " saya mau berhenti bekerja pak, saya mau wiraswasta saja ", oh gitu tri mau usaha apa, " mau usaha dikampung pak Insya Alloh bertahap mau buka toko material berbarengan dengan toko sembako, saya dah lama diajak buka semacam cabang dari usaha kakak ", prinsipnya atasan gue mengapresiasi keputusan berani gue, sekaligus menyayangkan kalo gue mesti berpisah dari team logistic setelah sekian lama setia berkecimpung di gudang umum, gudang penerimaaan dan proyek, bahkan beliau sempat bilang lebih baik kehilangan personil lain daripada kehilangan kamu, ya sudah dalam sebulan ini kamu pikirkan lagi keputusanmu itu, kalau nanti batal keluar saya juga senang ga usah malu sama yang lain kalau kamu berubah pikiran dan memutuskan untuk tetap bertahan disini, dalam kesempatan ini gue ucapin terima kasih sama Kepala Departemen gue, yang dalam kesempatan terakhir telah memberikan 3 buah buku yang kaya akan inspirasi :1.18 WISDOM & SUCCES, "Hidup adalah tanggung jawab! daripada berani mati secara pengecut, jauh lebih baik berani hidup secara ksatria, maka hidup kita akan bernilai" (karya.Andrie Wongso),2.MIMPI SEJUTA DOLAR,"Sebuah kisah perjuangan yang sangat menggugah dari mahasiswi Indonesia yang belajar di singapura,berkantong pas-pasan untuk sekedar makan saja kepayahan,sampai akhirnya bisa meraih penghasilan minimal 1 juta dolar di usia 26 tahun!, 3.16 WISDOM & SUCCES Classical Motivation Series " Menggantungkan hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain adalah sikap hidup yang salah dan fatal" (Karya Andrie Wongso) Menjelang hari-hari terakhir keputusan gue keluar, muncul satu godaan, yakni adanya ajakan untuk bekerja diperusahaan lain, ngga tahu angin dari mana tiba-tiba gue say halo lewat telpon tanya tentang kabar salah satu teman gue, iseng-iseng gue bilang " aduh gue dah bosan banget broe di pabrik ini, e..eh nggak lama malah dia sms mau nggak loe bergabung ditempat gue. kebetulan ada satu jabatan yang kosong dan itu sangat potensial buat karir loe kedepan, bisa jadi orang nomor dua di departemen produksi, kalau loe mau besok jam istirahat gue telpon loe lagi dech, sms itu gue baca berulang sampai akhirnya gue putuskan menerima pinangannya (kayak mau nikahan aja)proses seleksi penerimaan karyawan berjalan sesuai pakem, ada wawancara sama calon atasan (KaDept produksi), psikotest (busyet soal-soalnya rumit nian testnya sampai >3 jam), wawancara dengan staf HRD terakhir wawancara dengan Kadiv HRD tentang diterimannya gue jadi karyawan disana sekaligus tawar menawar gaji, waktu itu disepakati gaji lumayan tinggi setidaknya sedikit lebih tinggi dari gaji lama gue, tanggal 10 Desember resmi keluar dua minggu kemudian mulai bekerja di tempat baru, nach kebetulan baru seminggu bekerja ada suasana kronis dan prinsip yang mengharuskan aku kembali berhenti bekerja, ini salah satu masa kerja paling singkat yang gue rasakan tak lebih dari seminggu!!! tanggal 3 Januari masuk kerja, Tanggal 9 Januari sudah kunyatakan untuk berhenti, godaan untuk kembali bekerja tak berhenti sampai disini selang 2 hari, kembali ada ajakan untuk bekerja kali ini dibidang penjualan buku-buku tingkat SD, madrasah sampai SLTA, gue diajak jadi administrasinya, merekap penjualan, merekap tingkat penjualan masing-masing sales dll, ajakan itu gue terima wah sebetulnya asyik benar suasana kerjanya, kerja didepan komputer bisa sambil nonton TV, dengerin musik sambil makan kemilan atau ngopi, si Bos juga orangnya enak hampir tiap siang atau sore pasti beli cemilan, nach seiring telah ada calon pembeli untuk rumah gue,ga nyangka baru seminggu pasang iklan jual rumah di internet, sudah langsung ada yang bersedia membeli, satu panggilan masuk ke HP gue, " Halo betul ini dengan Tri Wahyudi? yang mau jual rumah di perumahan citraraya?", " Halo juga betul Pak saya sendiri, benar saya mau jual rumah bapak berminat? " ya saya lihat iklan bapak di internet dijual berapa? di jual .....Juta, "kalau Bapak berminat dan serius lihat langsung dulu saja rumahnya", "mau lihat gimana posisi saya ada di korea"," Hah..h oh bapak di korea yach kirain masih di sekitaran jakarta, mengenai harga masih bisa di nego, tapi nego tipis pak" tanpa banyak tarik ulur dia pun sepakat dengan harga jual yang gue tawarkan, tak lebih dari 3 minggu pembayaranpun beres, tekad untuk pulang kampung pun semakin kuat sekitar lima belas hari bekerja kuputuskan lagi untuk berhenti, " Bos hari ini saya pamitan, seperti yang sudah saya bilang dari awal bahwa saya cuma sementara disini, buat ngisi waktu menjelang pulang, terima kasih dah mau nampung saya disini ini sangat membantu banget setidaknya buat ngisi kekosongan daripada kelihatan nganggur di rumah", si bos pun menimpali " dah mantap nich mau pulang kampung ya sudah saya juga terimakasih kamu dah bantu saya dan semoga sukses dikampung, sebuah amplop si bos serahkan ke gue"nich jangan dilihat dari jumlahnya" OK bos makasih saya minta maaf atas kekurangan saya sekali lagi terima kasih" kagak gue bantah, jujur ada satu ucapan dihati yang bilang " wah lumayan buat nambah-nambah ongkos pulang kampung nich ". Rabu, 1 Februari 2012, gue putuskan pulang kampung, dengan misi membuka atau menguak jalan untuk usaha gue nanti, dengan pengorbanan meninggalkan sementara anak bini di Tangerang, jadi bokapnya koreh-koreh mencari tempat usaha, bini gue di Tangerang jagain warung kesayangan keluarga, gue kagak mau gegabah bawa satu keluarga dengan putra-putri yang masih kecil tapi belum memiliki tempat tinggal atau usaha yang mau dibidik, ibarat pepatah " sambil menyelam minum susu???" bapaknya jadi tokoh pengendus, ditraining di tempat usaha kakak bagaimana caranya berdagang material, mengenal tempat-tempat kulakan, diajak sharing, mencari koneksi/calon supplier pupuk,di tangerang,ibunya tetap jagain warung yang ada, lumayanlah buat beli beras seliter dua liter. Mencari lokasi usaha, rupanya tidak semudah membalik telapak tangan, mutar-muter wilayah purwokerto dari timur ke barat sampai utara ke selatan dah gue lakuin, setiap lokasi strategis, terutama di pertigaan atau di perempatan sudah ludes diambil orang, atau sudah berdiri tempat usaha, ada tempat strategis harganya ga kuat, ada yang sedikit murah tapi tanah yang mau dijual terlalu luas sama saja harganya jadi ga kejangkau, sore hari ada informasi ada tempat yang mau dijual,esok siang di buru rupannya keduluan dibeli orang, ada pula yang lahannya sudah kering, berada disekitar balai desa, dengan harga dan luas yang relatif terjangkau, e..eh giliran diburu rupanya lokasinya persis berada didepan tempat pemakaman umum, belum lagi hampir semua tanah atau tempat usaha yang mau dijual rupannya sudah berada di tangan para makelar, bahkan sebelum gue dapatin lokasi ini, sebelumnya gue sudah sempat mau ngejadiin pembelian tanah disebuah lokasi melalui tangan-tangan makelar, sejak awal gue curiga masa mau beli tanah, kalau mau survey lokasi, gue tau kita ga boleh turun dari mobil dan memasuki lahan, begitu gue tanyain emang kenapa? mereka menjawab ya biar ga jadi geger saja, ditambah gue ga boleh menawar harga jual mereka, di perparah lagi gue ga boleh ketemu langsung sama penjual pertama, dari gejala ini, jelas sudah mengindikasikan ada sesuatu yang kagak beres sampai akhirnya gue putuskan membatalkan pembelian itu tanah " Mas gue kagak simpatik dengan cara-cara kalian yang seperti itu, permainan kalian kurang rapih dan mudah ditebak" gue katakan itu pada salah satu utusan bos makelar tanah. bersambung ............

Kamis, 15 Desember 2011


MAKNA PERPISAHAN

Oleh : Tri Wahyudi.

Terimakasih yg terdalam aku haturkan pada teman dan sahabat seperjuanganku, yang telah hadir di gubugku, dalam rangka acara malam perpisahanku di PT.AMR (07-12-11), kalian telah menghadiahkan: Tiga buah bingkisan, acara tour Logistic yang dimajukan pelaksanaannya supaya aku berkesempatan ikut dan bait-bait indah yang menggelorakam motivasi bagiku agar bisa tetap tersenyum dan optimis menapak hidup di langkah-langkah selanjutnya  untuk memasuki episode hidupku di tempat yang berbeda, secara raga kita berpisah sesaat, secara batin kalian tetap erat dihatiku, saya harus menjawab harapanku dan juga  kalian, dengan langkah kongkrit untuk terus bergerak, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip hidup yang benar, dengan langkah pasti dan terarah Insya Alloh harapan itu akan menghampiri dan menjelma jadi kenyataan, Amin.







Sabtu, 12 November 2011

MASA MUDA MASA MERAJUT KARYA DAN TOTALITAS


 “ Jangan pernah menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa” (Dom Helder Camara)
Usia tua memang identik dengan orang yang sudah sarat pengalaman, sudah banyak makan asam garam katanya dan biasanya orang yang sudah banyak pengalaman mestinya ia mempunyai intuisi dan kepakaan dalam mengambil langkah dan tindakan, asam garam pengalaman sudah penuh untuk merajut prestasi, namun jangan salah sangka, sejarah banyak membuktikan banyak orang muda yang meraih prestasi dan sukses.

Minggu, 23 Oktober 2011

SIAP ATAU TIDAK?

" Aku bukan pernah menjadi siapa, melainkan akan menjadi apa " (Lauren bacall)

Sekitar sebulan lalu aku iseng memberikan satu pertanyaan pada atasanku yang kebetulan sekitar 1 1/2 tahun lagi akan dijemput usia pensiun, pertanyaan itu sederhana " Pak kira-kira apa yang akan dilakukan Bapak setelah pensiun nanti" aku utarakan itu dengan nada sedikit gamang atau lebih tepat takut dianggap kurang ajar, tak kalah mengejutkan adalah ungkapan  jawaban dari beliau yang mengatakan " saya akan minta tolong dicarikan kerjaan di tempat lain, sama pak ...... agar bisa bekerja di perusahaan lagi"

Memang  tak ada yang salah dengan jawaban beliau, tapi ada satu pelajaran yang mestinya bisa aku raih dari jawaban yang diberikan tadi, akankah setelah sekian lama bahkan separuh masa hidup kita  telah dicurahkan untuk  mencari nafkah di perusahaan yang bisa dibilang berarti selama itu pula kita berada dalam bayang-bayang atasan, tidak bisa leluasa menolak apa yang jadi titah bos kita, akankah drama ini akan terus dilanjutkan setelah kita pensiun?, bukankah lebih bermartabat jika kelak jikalau kita pensiun, kita bisa merdeka, menentukan nasib sendiri, tanpa terus menunggu cucuran takaran gaji yang diberikan bos.